Selasa, 12 November 2013

ande ande lumut

ANDE ANDE LUMUT


Prolog

(musik 1 : prolog)
Sebuah cerita. Disebuah daerah yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Tinggalah seorang pangeran yang hidup serba kecukupan. Pangeran tersebut adalah putra mahkota yang akan menggantikan tahta berikutnya.
Akan tetapi… pangeran  tadi tidak puas dengan kehidupan yang serba kecukupan. Dia ingin mengembara… menyusuri hutan demi hutan. Mencari jati diri dan pengalaman hidup. Maka disitulah dimulai awal perjalanan hidup dan menemukan pendamping hidupnya, dia menemukan istri yang baik hati dan rupawan.

Bagian 1 :
Dua orang pemuda, berjalan menyusuri hutan yang lebat. Melihat sekelilingnya, mungkin ada binatang atau burung yang bisa di buru. Seorang pemuda tampan dengan pengawalnya. Pemuda itu sebenarnya adalah pangeran yang mengembara untuk mencari jati diri.

(keterangan: Dua orang berjalan waspada melihat keatas dan kebawah, mencari binatang buruan)
Pangeran                     :   Jo… bejo… kamu dimana jo…. Jo…
Bejo                              :   Pangeran….  Pangeran…. Kamu dimana pangeran….
(keterangan: berjalan mundur…. Kemudian bertabrakan bersama, sampai gelimbungan).
Pangeran                     :   aduh…  kamu itu.. hati-hati dong….
Bejo                              :   hehehe.. maaf pangeran… tidak tahu jika dibelakang ada pangeran…
Pangeran                     :   Sini sini Jo…. Aku mau cerita.
Bejo                              :   Ada apa pangeran….
(keterangan:  dua orang duduk bersama dan bercerita)
Pangeran                     :   Kok tidak ada binatang ya hari ini….
Bejo                              :   Iya pangeran sepi banget…!!!
(Keterangan : Pangeran dan pengawalnya berdiri, Kaget melihat ada orang di hadapan mereka)
Pangeran                     :   Siapa itu jo…
Bejo                             :   Saya tidak tahu pangeran.
Pangeran                     :   Maaf bu… boleh saya bertanya?
(keterangan:  Yang ditanya diam, tidak menjawab, sibuk dengan kayu bakarnya)
Pangeran                     :   Kulanuwun… bu….
(keterangan:  Pangeran mendekat pada mbok rondo, tiba-tiba mbok jenggala kaget melihat pangeran)
Mbok  jenggala         :   waladalah…. Siapa kamu..
Pangeran                    :   Saya pengembara bu… maaf ini desa apa?
Mbok jenggala           :   Ini desa dadapan nak… kamu sedang apa disini?
Pangeran                     :   Saya sedang mengembara bu… tapi tersesat tidak tahu jalan.
Mbok jenggala           :   Wah.. ya udah… ikut saya saja, kamu akan saya jadikan anak angkat gimana? Saya juga
           hanya hidup sebatang kara
Pangeran                    :   Wah.. iya bu saya mau
Mbok jenggala           :   mulai sekarang kamu jadi anakku, namamu jadi ande-ande  lumut, ayo sekarang ikut pulang

(keterangan:  Pangeran bersama dengan pengawal dan mbok jenggala pergi menuju rumahnya)

(Musik 3 di hutan < akhir > )
Bagian 2 :

Di tempat lain, ada seorang putri dari kerajaan Kediri yang tersesat karena pada saat itu di kerajaan Kediri sedang tertimpa musibah sehingga mengakibatkan putri hilang ingatan. Putri itu bernama Dewi sekartaji. Kemudian menemukan sebuah rumah. Dia berhenti dirumah itu dan bertemu dengan pemilik rumah . Ia bernama Mbok Jenggala . Mbok Jenggala mempunyai 2 orang anak yang bernama Klenting Abang dan Klenting Ijo. Kedua anak itu kerjaannya hanya berdandan dan bersolek.


Klenting Kuning   :”Permisi…permisi…kolonuwun…ada orang?

(Klenting-klenting berbalik arah menuju klenting kuning. Klenting abang mendekati klenting kuning.)

KlentingAbang      :”Ada apa, mau bertemu siapa?”
Klenting Kuning   :”Saya…saya…saya tersesat dan tidak memiliki rumah. Saya juga tidak punya orang tua. Bolehkah saya sementara menginap disini.”
Klenting Ijo           :”Apa? Mau numpang disini?sudah nggak ada tempat.”
Klenting abang    :”Iya! Lebih baik kamu cari tempat lain saja! Disini tempatnya sudah penuh! Ayo pergi sana !”
Klenting Kuning   :” saya mohon… saya tak tau harus kemana lagi mau disuruh apa saja deh say lakuin… please…”
Klenting  abang   :”Plas plis plas plis!ngomongnya saja aneh-aneh sudah sana pergi saja! Nggak level!”

Tetapi klenting kuning tetap memaksa sampai terjadi keributan. Mbok menah datang dari arah dalam.

Mbok Rondoh     :”Anak-anaku…ada apa toh ini, kedengarannya ribut-ribut!ada apa?”(Kemudian Mbok Menah menghampiri Klenting Kuning) “Lho… siapa ini? Cantik sekali kamu nduk…?”
KlentingKuning    :”Mbok…saya ini seorang penggembara…saya tidak punya orang tua tidak punya rumah…saya hidup sebatang kara…jadi tolonglah mbok, saya ingin menjadi keluarga disini, please……”
Mbok rondoh      :”Plis…? Plis iku opo to nduk?”
(Mbok rondoh bertanya pada anak-anaknya)

Klenting Abang    :”Alaah…sudahlah mbok! Tidak ada gunanya menanggapi dia.”
Klenting ijo           :”Iya lagian rumah kita …khan sudah penuh dengan wanita mbok, kamarnya sudah pas !”
Mbok rondoh      :”Sudah-sudah, jangan ribut! Si mbok tambah bingung nih. (menunju ke arah Klenting Kuning) Nduk Cah Ayu …Simbok ijinkan kamu tinggal di sini .Tapi kamu harus bantu-bantu disini ya?”
KlentingKuning    :”Wuah…! Terima kasih … terima kasih mbok!” (sambil mencium tangan si mbok berkali-kali dan klenting yang lain meras risih)
Klenting Ijo           :”idiih.. cari muka deh.”
Mbok rondoh      :”Iya…iya…iya…eh, tapi ngomong-ngomong siapa namamunduk?”
Klenting Kuning   :”Saya nggak tahu !” (K. Kuning tampak bingung)
Mbok rondoh      :”Ya sudah…sudah …(tempo) mmm…berhubung pakaianmu kuning-kuning jadi kamu kuberi nama…Klenting Kuning.Dan kamu akan menjadi anak angkat saya.”

PARA KLENTING YANG LAIN MERASA SEWOT, TETAPI KLENTING KUNING MERASA GEMBIRA.

Mbok Rondoh     :”Nah kamu sekarang bergabung dengan saudara-saudaramu.Ayo sana!”
Klenting Kuning   :”Baik mbok……”

AKHIRNYA KLENTING KUNING TINGGAL BERSAMA MEREKA




Di pagi yang cerah Mbok rondo klenting berkumpul dengan para putri-putrinya. Putri-putri mbok rondoh sangat cantik-cantik, mereka adalah klenting abang dan klenting ijo dan salah seorang anak tirinya bernama kleting kuning.
Mbok rondo sangat cinta dan sayang kepada anak-anaknya tetapi berbeda dengan kleting kuning, sebagai anak tiri dia sangat dibedakan kasih sayangnya. Kleting kuning disuruh menyapu, membersihkan rumah dan bekerja di ladang. Sungguh kasihan kleting kuning.

(keterangan:  klenting kuning datang membawa sapu, menyapu dan mengepel lantai. Tak lama datang mbok rondo mengawasi kleting kuning. Disusul sodaranya kelting merah,  dan hijau berjalan menuju mbok rondo)

Mbok rondo        :     Anak-anakku yang cantik-cantik… merah , hijau . kesini nak !”
Klenting                :     Ya. Mbok…
Mbok rondo        :     gini nak… ada berita yang sangat penting sekali…
Kleting merah      :     Berita apa to mbok… (dewasa).”
Kleting Hijau        :     iya ada apa sih mbok… (manja, mendekat sambil memegang tangan mbok rondo kleting)
Mbok rondo        :     “kamu tahu kan… mbok rondo Jenggala itu punya anak yang sangat tampan sekali, namanya ande-ande lumut.
Klenting Merah   :     Owh… ande-ande lumut…. Tampan…. Boleh dong…
Klenting Hijau      :     “iya deh mbok, hijau mau banget ngelamarnya.
(keterangan:  bersama bergaya manja, centil)
Mbok rondo        :     iya… nanti mbok akan dandani kalian jadi putri-putri yang cantik, sapa tahu salah satu dari
    kalian ada yang dipilih.
Klenting merah    :     Iya mbok.. kami mau…
Mbok Rondo        :     iya udah.. sekarang kedalam sana, siap-siap
Klenting-klenting :     Iya mbok….
(keterangan: kleting merah, hijau meninggalkan mbok rondo dan masuk kerumah)

Tak lama kemudian, kleting kuning yang dari tadi hanya mendengar percakapan saudaranya, menuju mbok rondo dan berdialog.

Klenting Kuning   :    Mbok rondo boleh saya ikut mereka?
Mbok rondo        :    Ikut opo ? Apa kamu udah selesai nyapu?
Klenting kuning     :    Sudah mbok…, gini mbok… saya juga ingin melamar jadi istrinya ande-ande lumut seperti
kakak-kakak kleting yang lain.
Mbok rondo        :     Oh gitu…ya udah gak apa apa . Sini kamu aku dandani juga.
(keterangan:  mbok rondo memberikan angus dan bau-bau tidak sedap kepada Kleting kuning)
Mbok rondo        :     Udah skarang kamu cuci kuali di sungai. Dan kerjakan tugasmu…
(keterangan:  Mbok rondo mendorong Kleting kuning dengan kasar)
Klenting kuning   :     Iya mbok…
(keterangan:  Kleting kuning meninggalkan mbok rondo dan menuju dapur)
Mbok rondo        :     Hahaha… mudah-mudahan yang diterima oleh ande-ande lumut adalah salah satu anak-anaku..
bukan kleting kuning.
(keterangan:  mbok rondo kleting tertawa terbahak-bahak, menuju kedalam rumah)

Kleting kuning, menerima apa yang dialaminya dengan sabar, apa yang ditugaskan mbok rondo diterimanya dengan lapang dada.

Bagian : 3
Klenting kuning setiap hari bekerja membersihkan rumah dan bekerja diladang, tanpa rasa lelah dan keluh kesah. Walau dia diperlakukan kasar oleh mbok rondo kleting. Hanya dia dan Alloh saja yang tahu betapa sedihnya dirinya. Dia berharap, Alloh akan memberikan ganjaran yang lebih baik untuknya.
Klenting Kuning   :   Duh… kayak gini penderitaan hidupku.. semoga aku tabah menjalaninya ya Allah.
(tiba2 datang kakek kehausan dan terjatuh)
Kakek asing          :   Nak tolong nak tolong aku L aku haus sekali tolong berikan aku segelas air saja.
(klenting Kuning tidak membawa sedikit air minum pun dari rumah lalu dia mengambil air sungai dan di berikan kepada kakek tua tersebut)
Klenting Kuning   :  Nih kek , maaf aku hanya punya segini J
Kakek                    :  Tidak apa2 nak terima kasih banyak. Untuk imbalannya aku akan membantumu menyelesaikan tugasmu .
(dengan kekuatan ajaib kakek itu sekejab semua pakaian klenting pun bersih , ternyata dia jelmaan tabib istana namun klenting tidak mengetahuinya)
Klenting Kuning   :  Wahh… terima kasih banyak kek .
Kakek                    :  Sama-sama nakJ ini ada sebuah pusaka untukmu jiga dalam keadaan mendesak silahkan gunakan.
Klenting Kuning   : Wah apa pula ini ?? terima kasih kek.(kagum akan kesaktian kakek tersebut.
(tiba-tiba kakek itu menghilang)
klenting Kuning   : Waduh kemana kakek tadi yasuda pulang dan ke tempat ande ande lumut alhamdulillah semua pekerjaan ku telah
selesai
 (keterangan:  Kleting kuning meninggalkan sungai dengan membawa pusaka barunya)


Bagian : 4
Disebuah suangai yang airnya deras, disitulah Yuyu Kangkang hidup. Dia yang menguasai sungai itu. Dialah si Yuyu kangkang yang licik.
(keterangan:  Yuyu kangkang sang penjaga sungai sedang mondar-mandir mengawasi jika ada orang datang).
Yuyu kangkang    :   Hohohoho…. Godong waru ko bolong-bolong… bocah ayu ko moblong-moblong…
Siapa itu yang datang dari jauh…
(keterangan: kemudian datang Kleting Merah dan hijau menuju pinggir sungai)
Kleting merah      : Wah… sungainya pasang
Kleting hijau         : Iya mbakyu… gimana supaya bisa kesebrang?
Kleting merah      Semua perahu pun tidak ada
Kleting merah      : Apa yg harus kita lakukan gak mungkin harus dibatalin kita sudah dandan cantik -_-
(keterangan : yuyu kangkang datang menghampiri mereka)
Yuyu kangkang    : Hahaha… ada apa bocah manis-manis…
Kleting merah      Kamu siapa?
Yuyu kangkang    : saya Yuyu kangkang penguasa sungai disini. Kalian mau apa?
Klenting Hijau      : Apa you you tejengkang haha….
Klenting Hijau      : Kami mau kesebrang sungai sana ke rumah ande-ande lumut tapi kami tidak punya perahu untuk menyebrangi
sungai yang pasang ini.
Yuyu Kangkang    : Saya mau membantu kalian menyebrang sungai dengan naik di punggung saya tapi kalian harus member saya
Imbalan.
Kleting merah      : Imbalannya apa to… uang??  Wah kamu itu mata duitan…
Kleting hijau         : Iya nih… yuyu kangkang mata duitan…
Yuyu kangkang    : Tidak… duit mah aku gak doyan…. Hahaha
Kleting-kleting     : Prett….
Yuyu kangkang    : Imbalannya adalah menggandeng tanganmu . Deal?
Klenting hijau      : idih.. gandeng ? lu bau amis.
Yuyu kangkang    : yaudah kalo gak mau .
Kleting merah      Hus iyain aja daripada kita gak bertemu ande ande lumut. Ya udah jika gitu.Deal.
Yuyu Kangkang    : sip. Cepat Naik kepunggungku  J

(keterangan: yuyu kangkang menyebrangkan kleting merah  dan hijau )

Yuyu kangkang    : Hei hei sesuai perjanjian kalian harus menepati hihi..
Klenting Merah   : idiiih… iya apa boleh buat .
Klenting Hijau      : ihh amis lu.

(sesampai disebrang yuyu kangkang menggandeng mereka)

Yuyu kangkang    : Wah…  senang sekali aku dapat memegang tangan gadis-gadis cantik ini…
Klenting Merah   : Lo untung kita rugi!
Yuyu Kangkang    : Bawel.. untung untung disebrangin
Klenting Hijau      : Yadeh. Sudah impas . bye Amisssss
Yuyu Kangkang    : arrrrrrrghhh…

(keterangan:  datanglah kleting kuning akan menyebrang)

Yuyu Kangkang    :   Hohoho.. Kamu siapa? Mau kemana?.. baunya tidak enak… wajahnya jelek…
Kleting Kuning     :   Saya klenting Kuning. Saya mau ke sebrang untuk bertemu ande ande lumut, namun saya tidak mempunyai
perahu untuk ke sebrang. Apakah kamu bisa membantuku menyebrang?
Yuyu kangkang    :   Tidak mau… sudah sana pergi.. jangan disini.. dasar orang jelek.
Kleting Kuning     :   alah… kamu kok jahat to Yuyu kangkang…
(keterangan: Kleting kuning mengeluarkan tongkatnya)
Kleting kuning     :   Ya udah jika itu maumu… aku akan buat sungai ini menjadi kering. Hiat….
Tiba-tiba sungai itu kering, yuyu kangkang kesakitan dan pergi jauh. Kemudian kleting kuning bisa berjalan menyeberang sungai menuju rumah mbok rondo dadapan, rumah si ande-ande lumut.
(Musik 10 : Yuyu kangkang mati)
Bagian 5
(Musik 11 : dirumah mbok rondo dadapan (awal) )
Disebuh desa bernama Dadapan, mbok rondo sedang menyapu rumah, dirumah itulah si Ande-ande lumut sedang mengaji di sebuah surau. Menunggu belahan hatinya yang di janjikan Tuhan untuknya.
(keterangan: Mbok rondo sedang menyapu halaman rumah, tiba-tiba datang rombongan gadis-gadis cantik, kleting merah, biru dan hijau)
Klenting-klenting : Assalamu’alaikum…
Mbok Jenggala    : Wa’alaikumsalam, siapa ya…
Kleting merah      : Saya mbok…Kleting Merah
Kleting Hijau        : Saya kleting hijau mbok…
Mbok Jenggala    : wah.. gadis-gadis cantik… mau apa ini…
Klenting merah    : Kami mau melamar Ande-ande lumut mbok…
Mbok Jenggal      : Owh.. mau melamar  ande-ande lumut… sebentar ya… saya katakan ke ande-ande lumut…
(keterangan:  mbok rondo menyanyikan lagu)
(Musik 12 : kleting merah)
Mbok  Jenggala   : Putraku si ande-ande lumut.. temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine Ngger sing ayu rupane..
klenting abang iku kang dadi asmane…
Ande2 Lumut       : Duh ibu… kulo mboten purun… aduh ibu … kulo mboten medun… najan ayu sisane si yuyu kangkang.
Mbok Jenggala    : Wah… ora gelem ki nduk….
 (Musik 14 : kleting ijo)
Mbok  Jenggala   : Putraku si ande-ande lumut.. temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine Ngger sing ayu
rupane.. klenting ijo iku kang dadi asmane…
Ande2 Lumut       : Duh ibu… kulo mboten purun… aduh ibu … kulo mboten medun… najan ayu sisane si yuyu kangkang.
Mbok Jenggala    : wah… ora glem kabeh kae…

Tidak lama kemudian, datanglah Kleting Kuning, dari kejauhan sudah tercium bau yang tidak enak, wajahnya coreng moreng karena debu.
(keterangan : datanglah Kleting Kuning menuju mbok rondo)
Klenting kuning   : Assalamu’alaikum…
Mbok Jenggala    : wa’alaikumsalam… sopo iku ya…
Klenting kuning   : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut.
Mbok Jenggala    : Opo.. arep nglamar anakku??? Gak salah to…
Klenting merah    : La iyo… wajahmu jelek baumu tidak enak gt, aku aja ditolak… apa lagi kamu…
Klenting Kuning   : Di coba dulu mbok…


(Musik 15 : kleting Kuning)
Mbok Jenggal      : Putraku si ande-ande lumut.. temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi… putrine kang olo rupane.. klenting                                       kuning iku kang dadi asmane…
Ande2Lumut        : Aduh ibu… kulo inggih purun… dalem putro inggih bade medun, najan olo meniko kang putro… suwun.
Mbok Jenggala    : Lo… apa tidak salah to ande-ande lumut…
Ande2Lumut        : Tidak ibu… ini adalah pilihan saya…
(keterangan ; klenting-klenting kusak-kusuk)
Mbok Jenggala    : Owh.. jika gitu pilihanmu ya terserah..
Andelumut       : Ibu.. saya akan mengatakan suatu hal..
Mok Jenggala       : Apa itu???
Ande2 lumut       : Ibu… sebenarnya saya adalah seorang Pangeran yang sedang mengembara, untuk mencari pengalaman hidup.
Mbok Jenggala    : Apa… pangeran…???
Klenting-Klenting: What……???? Pangeran…??? Ah….. tidak….???
(keterangan; klenting-klenting pingsan)

Akhirnya, Kleting kuning menjadi istri Ande-ande lumut, wajahnya yang jelek dan bau berubah menjadi putri yang cantik, dan ingatannya kembali dia sadar sesungguhnya dia adalah Putri Sekartaji. Dan Ande-ande lumut, kini menjadi Raja mewarisi kerajaan ayahnya. Pangeran dan Kleting kuning, hidup bahagia selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar